Gaya Hidup

Kumpulan Artikel Gaya Hidup Yang Perlu Anda Ketahui

Hiburan

Beragam Artikel Menarik Untuk Hiburan Dan Menambah Wawasan Anda

Karir Dan Motivasi

Artikel Untuk Mengembangkan Karir dan Kepribadian Anda

Radio

Kumpulan Arsip News Selama Siaran Radio

Teknologi

Kumpulan Artikel mengenai teknologi yang perlu anda ketahui

Home » Keluarga

Pernikahan, Menuju Hidup Lebih Bahagia

Diposting Oleh: Deddy Dunixi Pada Hari Tuesday, 26 January 2010No Comment

romantisTENTU tak pernah terlintas dalam angan saat keinginan membina rumah tangga, ada pula keinginan meruntuhkannya. Setiap orang akan berusaha menjaga ikatan cintanya bersama pasangan.

Anak-anak dapat membantu orangtuanya saat menghadapi ancaman perceraian. Hal tersebut ditegaskan oleh sebuah studi Dr Luis Angeles dari Universitas Glasgow di Inggris, seperti dilansir shine.

Penelitian Angeles menunjukkan hasil bahwa pasangan menikah yang telah dikarunia anak, “kepuasan hidup” mereka meningkat jika dibandingkan dengan pasangan tanpa anak ataupun single parent. Sedangkan bagi mereka yang belum menikah, membesarkan anak memiliki sedikit atau tidak ada efek positif pada kebahagiaan mereka.

Salah satu faktor lain yang mengikis cinta dalam pernikahan adalah rasa bosan. “Rasa bosan memiliki implikasi jangka panjang, saya pikir sangat signifikan,” kata co-author Terri Orbuch, seorang profesor peneliti University of Michigan dan profesor sosiologi University of Oakland.

Tapi, kajian Orbuch menemukan fakta bahwa kedekatan dari waktu ke waktu mampu menghilangkan efek tersebut. Kegiatan berbagi satu sama lain dan menghabiskan waktu luang bersama, seperti untuk olahraga, memasak, dan lainnya adalah kuncinya, menurut Orbuch.

Masalah finansial dalam rumah tangga (dan resesi ekonomi global pada umumnya) telah dihubungkan dengan peningkatan jumlah korban pemutusan hubungan kerja (PHK) sehingga lebih banyak pasangan menghabiskan waktu luang berdua. Dan, menghadapi tantangan emosional dan fisik untuk bertahan hidup dari resesi tentu memberikan dampak positif. Pasangan berpikir dan bekerja lebih keras untuk kebahagiaan keluarga.

Penelitian baru pada kebahagiaan dan perceraian mengatakan bahwa dua di antara tiga pasangan menikah yang mempertahankan pernikahannya dari perceraian akan bahagia lima tahun kemudian. Dan untuk pasangan yang akhirnya memilih bercerai, hanya setengah yang mengaku bahagia setelah melewati perceraiannya lima tahun kemudian.

Jadi, tetap bersama dalam ikatan pernikahan benar-benar membantu Anda menemukan kebahagiaan! Sumber:(tty)-okezone.com

Post to Twitter Posting Artikel ini Di Twitter Anda

Artikel Terkait:

Berikan Tanggapan Dengan Akun Facebook anda:

Leave your response!

Tambahkan tanggapan untuk artikel diatas, atau trackback dari web anda. Anda juga dapat berlangganan komentar topik artikel ini Melalui RSS.

Masukan tanggapan yang positif,hindari SARA,SPAM, Dan Sesuai Topik

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.